Oleh : Atalia, S.Kom.I (Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Kubu Raya)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabat Muslimah, ketika Allah memerintahkan suatu amal perbuatan dan dibalas langsung tanpa perantara, maka jelas amalan tersebut memiliki suatu keutamaan yang sangat istimewa. Adapun keutamaan puasa diantaranya puasa sebagai perisai, dibukanya pintu surga dan ditutup pintu neraka, puasa adalah amalan yang dapat memasukkan ke surga Allah, ada surga khusus bagi orang yang berpuasa, dijauhkan api neraka dari wajah yang berpuasa, puasa memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat
1. Puasa sebagai perisai
Sebagaimana dari Abu Hurairah, ia berkata: Bahwa Rasulullah telah bersabda:
“Puasa itu perisai. Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah ia tidak berkata keji dan membodohi dia. Jika ada seseorang memerangi atau mengumpatnya, maka hendaklah ia mengatakan : sesungguhnya aku sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut yang keluar dari orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi. Orang berpuasa itu meninggalkan makanan dan minumannya untuk dari-Ku (Allah). Maka puasa itu untuk dari-Ku dan Aku (Allah) sendiri yang akan memberikan pahala karenanya. Kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. Bukhari).
Sahabat Muslimah, ketika puasa kita jadikan perisai. Maka perisai itu layaknya diperkokoh agar mampu membentengi diri. Ketika berpuasa diri tak hanya mendapatkan haus dan lapar, akan tetapi menikmati setiap hasil dari amal yang dilakukan. Ketika diri mampu menahan untuk berkata keji, maka kebaikan telah mengiringi, sebab alangkah indahnya apabila apa yang dikatakan adalah suatu kebaikan atau jika tidak mampu melakukannya lebih baik diri diam. Ketika terlalu banyak bicara, apalagi hingga berkata yang keji, maka akan nampaklah kebodohan diri.
Allah yang membalas atas segala amal perbuatan. Lihatlah betapa beruntungnya diri sebagai seorang muslimah yang berpuasa. Bau mulut saja dinilai sebagai kebaikan. Sebab atas bau tersebut ada hal-hal buruk yang ditahan dan tidak dilakukan.
2. Dibukanya pintu surga dan ditutup pintu neraka
Masih dari Abu Hurairah, ia berkata ; bahwa Rasululullah telah bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta semua setan dibelenggu.” (HR. Muslim)
Sahabat Muslimah, maksud dari dibukakannya pintu surga adalah kita diberi kesempatan yang seluas-luasnya agar senantiasa berbuat baik agar pahala kebaikan dilipatgandakan dan terus mentaati segala perintah dan menjauhi segala larangan. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah seperti melaksanakan shalat tarawih dan amal kebaikan lainnya yang ada hanya pada saat bulan Ramadhan. Sementara ditutupnya seluruh pintu neraka dan dibelenggunya setan maksudnya adalah agar sebagai seorang hamba terus menghindari berbagai macam pelanggaran.
3. Puasa adalah amalan yang dapat memasukkan ke surga
Dari Abu Umamah, ia menceritakan:
“Aku pernah mendatangi Rasulullah seraya berkata : Perintahkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke surga. Beliau menjawab: Hendaklah kamu berpuasa, karena puasa itu merupakan amalan yang tidak ada tandingannya. Kemudian aku mendatangi beliau untuk kedua kalinya dan beliau pun berkata dengan nasihat yang sama.” (HR. Ahmad, Nasa’I dan Al-Hakim)
Sahabat Muslimah, alangkah rugi diri jika tak mematuhi perintah berpuasa tanpa udzur. Ada keutamaan yang telah menanti yakni puasa dapat memasukkan ke surga.
4. Ada surga khusus bagi orang yang berpuasa
Dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata; bahwa Nabi SAW telah bersabda:
“Sesungguhnya surga itu mempunyai pintu yang disebut Babu Ar-Rayan. Pada hari kiamat nanti pintu tersebut akan bertanya: Dimana orang-orang yang berpuasa? Apabila yanterakhir dari mereka telah masuk, maka pintu pun akan tertutup.” (Muttafaqun Alaih)
Sahabat Muslimah, bahkan wujud kasih sayang Allah kepada hambanya adalah diciptakan surga khusus bagi orang yang berpuasa. Ketika diri tak mampu menggapai surga-surga yang lain oleh sebab aib dan dosa. Maka puasa menjadi slaah satu solusi untuk mendapatkan posisi surga Babu Ar-Rayan. Tentunya apa yang dilakukan murni karena Allah SWT.
5. Allah jauhkan api neraka dari wajah yang berpuasa
Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata: bahwa Nabi SAW bersabda:
“Tidaklah seorang berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, melainkan dengan hari itu Allah akan menjauhkan api neraka dari wajahnya selama tujuh puluh musim.” (HR. Jamaah, kecuali Abu Dawud).
Perbandingan waktu di dunia dan waktu akhirat sangatlah jauh berbeda. Oleh sebab itu waktu tujuh puluh musim menjadi snagat berharga kelak. Di dunia hanya sementara, akhirat selamanya dan diri akan memanen atas setiap amal perbuatan masing-masing.
6. Puasa memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat
Dari Abdullah bin Amr bin Al-’Ash, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda:
“Berpuasa dan membaca Al-Qur’an akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Amalan puasanya akan berkata : Ya Allah, aku telah melarangnya dari makanan, minum dan nafsu syahwat pada siang hari, sehingga ia telah menitipkan syafa’at kepadaku. Sedangkan amalan membaca Al-Qur’an berkata: Aku telah melarangnya tidur pada malam hari, sehingga ia telah menitipkan syafa’at kepadaku di dalamnya. Maka keduanya pun memberikan syafa’at.”(HR. Ahmad dengan sanad shahih)
Sahabat Muslimah, tiada keraguan atas syafaat daripada puasa dan membaca Al-Qur’an. Keduanya merupakan amal kebaikan yang kelak dapat menolong diri.
Referensi: Fiqh Wanita Edisi Lengkap - Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah

Post a Comment
Tuliskan komentar anda dengan bahasa yang santun, sopan dan bijak