PONTIANAK | KILAS.ID - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) II Ikatan Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum (IKAPMI) Kalbar yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 November 2021, Panitia pelaksana semakin merapatkan barisan. Untuk memantapkan persiapan, kembali diadakan rapat konsolidasi MUSWIL pada hari Rabu (17/11/2021) bertempat di Meeting Room Cafe Aming Jl. Gusti Situt Mahmud sekitar pukul 14.30 – 17.00 WIB. Rapat dipimpin oleh Ketua Panitia, Sahabat Abdul Qodir, ditemani oleh Koordinator bidang Acara Abdul Hadi Maulana, dan dihadiri oleh Ketua IKAPMI Kalbar, Jauhari Ja`far, Sekretaris IKAPMI, Bukhari Muslim, perwakilan alumni dari Kec. Jungkat sahabat Buhori, perwakilan alumni putri, Nurma, dan segenap anggota panitia serta perwakilan dari beberapa daerah lainnya.
Abdul Qodir, selaku ketua panitia menuturkan bahwa tujuan diadakan rapat ini adalah meninjau kembali semua persiapan menjelang MUSWIL II yang tinggal menghitung hari. Dalam rapat ini, Panitia kembali mengadakan review mengenai jadwal diselenggarakannya MUSWIL, terkait teknis maupun administratif yang sudah dilakukan, seperti: (1) Finalisasi draft TATIB dan Ketentuan Umum MUSWIL; (2) roundown acara MUSWIL serta Pj. dan petugas acara ; (3) kesiapan tempat dan perangkat yang diperlukan; (4) Kesiapan anggaran serta hal-hal teknis lainnya yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan MUSWIL II.
Menurut rencana, MUSWIL II IKAPMI Kalbar ini akan dihelat di Pondok Pesantren Al-Mujtahid Pontianak Utara. MUSWIL kali ini akan diikuti sekitar lebih dari 200-an peserta yang terdiri dari para alumni pondok pesantren Miftahul Ulum (RU IV) Malang, baik putra maupun putri, yang berasal dari beberapa wilayah Kabupaten/kota se Kalimanta Barat.
Dalam pengantar rapat, Jauhari Ja`far, selaku ketua IKAPMI Kalbar mengutarakan bahwa IKAPMI Kalbar saat ini memiliki aset alumni yang luar biasa. Para alumni di IKAPMI tidak hanya berkutat di bidang keagamaan sebagai ustadz atau bindereh, namun banyak pula temen-temen alumni yang sudah berkiprah di masyarakat dalam berbagai lini, mulai dari politisi, akademisi, birokrat, penguasaha, aktivis kampus serta beberapa aspek lainnya. Potensi-potensi ini jika bisa disatukan dalam satu wadah organisasi dan bisa saling bersinergi maka akan mampu menjadikan IKAPMI sebagai organisasi yang besar. Oleh sebab itu, MUSWIL kali ini yang mengambil tema “Alumni Bersinergi, Santri Berprestasi” saya kira sudah sangat tepat. Tutur pria yang juga sebagai politisi kawakan di Kalbar ini.
Dalam rapat persiapan ini, hal yang paling banyak menyita waktu adalah pada saat finalisasi Draft Ketentuan Umum MUSWIL II dan Tata Tertib (TATIB) pemilihan ketua IKAPMI Kalbar periode 2021-2024. Dalam pembahasan draft, panitia banyak meminta masukan kepada sahabat Buhori, alumni muda yang juga menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Pontianak. Menurutnya, rumusan draft ini memang perlu dimatangkan terlebih dahulu sebelum nanti ditawarkan kepada seluruh peserta. Ketepatan dan akurasi draft dapat berpengaruh pada efesiensi waktu pelaksanaan MUSWIL.
Sementara itu, sesuai rencana rangkaian MUSWIL kali ini akan diawali dengan sambutan dari ketua IKAPMI Pusat serta arahan sekaligus pembukaan secara resmi oleh pengasuh Pesantren Miftahul Ulum, yang rencanaya akan diwakili oleh Gus Biyadi Busyrol Basyar, M.Pd.
Koordinator acara, Abd. Hadi Maulana, menjelaskan bahwa selain digelar secara langsung (offline), panitia juga akan memfasilitasi perhelatan MUSWIL ini secara daring. Jadi bagi para alumni yang berhalangan dan tidak bisa menghadiri acara secara langsung, dapat mengikuti rangkaian kegiatan ini secara virtual melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dan live streaming youtube yang telah disiapkan panitia. Tutur pria yang biasa disapa cak Lana ini.
Dalam kesempatan yang sama, sekretaris IKAPMI Kalbar, Bukhari Muslim mengingatkan agar setiap panitia yang telah ditunjuk memahami peran dan tugas masing-masing bidang dalam pelaksanaan MUSWIL. Kesuksesan MUSWIL menjadi indikator kesuksesan alumni dan in sya Allah menjadi bagian khidmah (pengabdian) kita kepada pesantren, pungkasnya dengan muka serius. (Red. Buhori)
semoga diberikan kelancaran
ReplyDeletePost a Comment
Tuliskan komentar anda dengan bahasa yang santun, sopan dan bijak