Ads here

GP Ansor Kota Pontianak Tolak Rencana Pemerintah Tambahan PPN Sembako

Foto Dokumentasi saat sambutan pada acara Pelatikan GP Ansor Kota Pontianak Maret 2021

Pontianak, Kilas.id - Bukhori M selaku Ketua GP Ansor Kota Pontianak secara tegas menolak rencana Pemerintah yang akan mengenakan pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada bahan pokok (sembako) yang tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) menuai kritik dari banyak pihak.

Menurutnya, rencana tersebut berpotensi semakin memberatkan kehidupan masyarakat khususnya dikalangan menengah bawah.

Saya atas nama Ketua GP Ansor Kota Pontianak menyampaikan rasa keberatan atas rencana Pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) pada bahan pokok (sembako), karena rencana tersebut akan menambah beban terhadap masyarakat bawah, jelas Bukhori M, Jumat (11/6/2021).

Lebih lanjut Bukhori mengatakan sebaiknya Pemerintah melakukan peninjauan ulang dan memikirkan dampaknya bagi masyarakat menengah ke bawah.

Saya minta Pemerintah perlu meninjau ulang. Lebih-lebih kebijakan tersebut digulirkan di masa pandemi dan situasi ekonomi masyarakat saat ini yang sedang sulit, kata Bukhori

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa saat ini, pedagang pasar sedang mengalami kondisi sulit dan penghasilannya pun mengalami penurunan. Jika Pemerintah bersih kukuh dengan rencana penambahan PPN PPN, maka hal tersebut sangat membebani masyarakat.

Sementara disisi lain, Pemerintah mengeluarkan kebijakan membebaskan PPN nol persen bagi barang impor kendaraan dan properti untuk menggairahkan perekonomian agar usaha-usaha tersebut dapat bangkit kembali sehingga daya beli konsumen meningkat.

Itu kan jadi bertentangan. Kalau kita ingin perkembangan ekonomi nasional secara agregat, seharusnya jangan tambah beban masyarakat kecil dengan PPN, imbuhnya.

Oleh sebab itu, Ketua GP Ansor Pontianak sahabat Bukhori mengatakan hal itu akan berlaku teori efek domino, dimana daya belinya masyarakat akan menurun, terutama bagi pekerja atau karyawan perusahaan, dan perekonomian akan sulit untuk bangkit.


Sumber : www.ansorpontianak.id

Komentar Anda

Tuliskan komentar anda dengan bahasa yang santun, sopan dan bijak

Previous Post Next Post