Awal Musim Kemarau Jumat, 15 Maret 2024. Adanya wilayah-wilayah yang kemaraunya diprediksi mundur yaitu Sumatera Utara, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulewesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku dan sebagian besar wilayah Kalimantan. Puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Bulan Agustus 2024.
Sementara itu, di Kota Pontianak hujan tidak turun sudah lebih dari seminggu, dengan suhu harian saat ini berkisar di angka 30-33 derajat cecius semenjak hujan terakhir pada 10 Maret 2024 lalu. Menurut Prakiraan cuaca hujan dengan intensitas sedang baru akan turun pada 20 Maret 2024. Jika kondisi ini terus berlanjut hawatir akan muncul titik api pada lahan gambut di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan yang ada di sekitaran daerah Pontianak.
Meski hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang mengalami hujan tahunan di bawah normal, "Sumatera dan Kalimantan yang berpotensi lebih besar dibandingkan dengan periode 2020 - 2022 yang kemaraunya bersifat atas normal"
Agar pemerintah daerah dapat lebih optimal melakukan penyimpanan air pada akhir musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan agar tidak terjadi kekeringan dan kebutuhan air tetap tersedia meski pada masa kemarau.
Penulis: Revaldi
Sementara itu, di Kota Pontianak hujan tidak turun sudah lebih dari seminggu, dengan suhu harian saat ini berkisar di angka 30-33 derajat cecius semenjak hujan terakhir pada 10 Maret 2024 lalu. Menurut Prakiraan cuaca hujan dengan intensitas sedang baru akan turun pada 20 Maret 2024. Jika kondisi ini terus berlanjut hawatir akan muncul titik api pada lahan gambut di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan yang ada di sekitaran daerah Pontianak.
Meski hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang mengalami hujan tahunan di bawah normal, "Sumatera dan Kalimantan yang berpotensi lebih besar dibandingkan dengan periode 2020 - 2022 yang kemaraunya bersifat atas normal"
Agar pemerintah daerah dapat lebih optimal melakukan penyimpanan air pada akhir musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan agar tidak terjadi kekeringan dan kebutuhan air tetap tersedia meski pada masa kemarau.
Penulis: Revaldi

Post a Comment
Tuliskan komentar anda dengan bahasa yang santun, sopan dan bijak