Ads here

Rahasia Puasa dan Syarat Batiniyah


Oleh : Atalia, S.Kom.I (Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Kubu Raya)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sahabat Muslimah, esensi dan rahasia puasa adalah melemahkan kekuatan yang dapat menjadi sarana setan untuk kembali kepada keburukan. Maka dari itu, ketika puasa diartikan sebagai menahan, saat itulah diri belajar menahan segala perbuatan buruk dari jiwa dan raga sehingga dianggap sebagai hamba yang bertakwa.

Puasa yang diri lakukan terbagi menjadi tiga tingkatan yakni puasa orang awam, puasa orang khusus dan puasa orang yang super khusus.

Puasa orang awam adalah mereka yang berpuasa hanya menahan perut dan kemaluan dari menurutkan syahwat. Puasa orang khusus adalah mereka yang berpuasa menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh untuk berbuat dosa. Sedangkan puasa super khusus adalah mereka yang berpuasa hati dari keinginan yang rendah, pikiran tentang duniawi dan menahan diri dari segala sesuatu kecuali Allah.

Puasa orang super khusus merupakan puasa tingkatan para Nabi, shidiqin dan orang-orang yang dekat kepada Allah (muqarabbin). Puasa orang khusus adalah puasa orang-orang shaleh, yaitu dnegan menahan anggota badan dari perbuatan dosa.

Sahabat Muslimah, jika diri ingin pelaksanaan puasa dikatakan sempurna, maka enam hal yang harus ada diri kita lakukan saat sedang berpuasa dan merupakan syarat batiniyah, yakni:

Pertama, hendaklah diri menundukkan pandangan dan menahannya dari memandang secara luas pada segala hal yang dicela dan dibenci.

Kedua, hendaklah diri menjaga lisan dari bualan, bohong, ghibah, gosip, cabul, perkataan kasar, permusuhan dan perdebatan. Membiasakan lisan untuk diam dan senantiasa berzikir kepada Allah dan me,mbaca Al-Qur’an.

Ketiga, hendaklah dirimenahan pendengaran dari mendengarkan setiap hal makruh karena semua yang diharamkan pengucapannya diharamkan pula mendengarkannya.

Keempat, Hendaklah diri menahan anggota tubuh yang lain dari perbuatan dosa. Kelima, tidak memperbanyak memakan makanan yang halal ketika berbuka puasa hingga perut penuh.

Keenam, hendaklah diri merasa cemas karena tidak tahu apakah puasa diterima sehingga termasuk orang yang didekatkan dengan Allah, atau justru puasa ditolak sehingga termasuk orang-orang yang dimurkai.

Referensi : Penyucian Jiwa Mutiara Ihya Ulumuddin-Sa’id Hawa




Komentar Anda

Tuliskan komentar anda dengan bahasa yang santun, sopan dan bijak

Previous Post Next Post