Ads here

Kiai Nawawi Abd Djalil Sidogiri, Cicit Pengarang Kitab I’anatu At-Tholibin


Kilas.id - Ulama karismatik asal Pasuruan Jawa Timur, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Kiai Nawawi bin Abdul Djalil wafat pada hari Ahad 13 Juni 2021. Ulama, Habaib dan Tokoh Nasional turut mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Kiai Nawawi yang sekaligus Mustasyar PBNU periode 2015-sekarang (2021).

Gemuruh bacaan surat Yasin, tahlil dan doa yang diikuti oleh belasan ribu santri pondok pesantren Sidogiri terus berlangsung hingga jenazah almaghfurlah KH. Nawawi di bawa ke masjid Sidogiri untuk disholati, kata Kiai AMA (Abdul Muiz Ali) kepada Dakwah NU, Senin, (14/6).


Sholat jenazah dihadiri oleh ulama dan habaib bersama ribuan santri. Tangis dan doa mengiringi jenazah almarhum pada saat dipindah dari masjid Sidogiri menuju pesarean, maqbaroh para Masyayikh Sidogiri.


Almaghfurlah KH. Nawawi dikenal Kiai yang tawadu’ kepada ulama, terlebih kepada Habaib. Beliau lahir dari pasangan keturunan ulama besar. Dari jalur ayahnya, silsilah Kiai Nawawi tersambung kapada Sayid Abu Bakar asy-Syatha ad-Dimyati, pengarang kitab I’anatu At-Tholibin. Sedangkan dari jalur ibu, Kiai Nawawi adalah putra Nyai Hanifah binti KH. Nawawie bin Noerhasan, salah satu ulama yang ikut membidani lahirnya Nahdlatul Ulama.


Ayah Kiai Nawawi, yang bernama Kiai Abd. Djalil, putra dari Nyai Syaikhah binti Syarifah Lulu’ binti Sayid Abu Bakar asy-Syatha ad-Dimyati, pengarang kitab I’anatu At-Tholibin, syarah Fathul Mu’in.


Nyai Syaikhah, cucu Sayid Abu Bakar asy-Syatha ad-Dimyati dulu menikah dengan KH. Fadhil, kakek Kiai Nawawi Djali. Kiai Fadhil merupakan putra Sulaiman bin Ahsan bin Sayid Zainal Abidin (Sunan Cendana Kwanyar) bin Sayid Muhammad Khotib bin Sayid Muhammad Qosim (Sunan Drajat) bin Raden Rahmat (Sunan Ampel).


Kiai Nawawi Abd. Djalil menjadi pengasuh pondok pesantren Sidogiri menggantikan pengasuh pondok pesantren Sidogiri sebelum, yaitu kakanya KH. Abd. Alim bin Abd. Djalil yang wafat tahun 2005.


Di kepengurusan Nahdlatul Ulama, Kiai Nawawi bin Abdul Djalil Sidogiri adalah Mustasyar (Penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Beliau termasuk salah seorang dari sembilan orang kiai sepuh yang dipercaya sebagai tim Ahwa pada Muktamar ke-33 NU tahun 2015 di Jombang.


Dikutip Banua.co, Tim Ahwa adalah singkatan dari Ahlul Halli wa Aqdi, yang mempunyai wewenang memilih dan mencabut mandat pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama atau Rais Syuriah PBNU.


KH Nawawi Abdul Djalil Sidogiri wafat pada Minggu 13 Juni 2021, pukul 14.40 WIB. Mustasyar PBNU ini menghembuskan nafas terakhir di RS Raci, Bangil, Pasuruan, setelah mendapatkan perawatan sebelumnya di RS Lavalette Malang selama empat hari.


Dalam catatan sejarah Sidogiri, pondok pesantren Sidogiri didirikan oleh Sayid Sulaiman pada tahun 1745 M. Dari sejak berdirinya hingga sekarang estafet pengasuh pondok pesantren Sidogiri hingga sekarang sudah sampai generasi ke-12, yaitu KH. Nawawi bin Abdul Djalil dari tahun 2005 sampai 2021.


Memang, urutan Pengasuh Pondok Pesantren terdapat beberapa versi. Dalam catatan yang ditandatangani Almaghfurlah KH. A. Nawawi Abd. Djalil pada 2007, urutan Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri sejak dirikan sampai saat ini adalah: 1. Sayyid Sulaiman (wafat 1766), 2. KH. Aminullah (wafat akhir 1700-an/awal 1800-an), 3. KH. Abu Dzarrin (wafat 1800-an), 4. KH. Mahalli (wafat 1800-an), 5. KH. Noerhasan bin Noerkhotim (wafat pertengahan 1800-an), 6. KH. Bahar bin Noerhasan (wafat awal 1920-an), 7. KH. Nawawie bin Noerhasan (wafat 1929), 8. KH. Abd. Adzim bin Oerip (wafat 1959), 9. KH. Abd. Djalil bin Fadlil (wafat 1947), 10. KH. Cholil Nawawie (wafat 1978), 11. KH. Abd. Alim Abd. Djalil (wafat 2005), 12. KH. A. Nawawi Abd. Djalil (2005-2021). KH. Nawawi adalah pengasuh pondok pesantren Sidogiri yang ke-12.


Semoga kita sebagai alumni, wali santri dan simpatisan pondok pesantren Sidogiri kelak akan dikumpulkan bersama Masyayikh Sidogiri. Amin, harap Kiai AMA.


TAGS: Kiai Nawawi Abdul Jalil

Baca juga : https://www.ansorpontianak.id/2021/06/kiai-nawawi-abd-djalil-sidogiri-cicit.html

Komentar Anda

Tuliskan komentar anda dengan bahasa yang santun, sopan dan bijak

Previous Post Next Post