![]() |
| Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. /HUMAS KEMENKOP UKM/ |
Jakarta, Kilas.id - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) naik menjadi Rp. 253 triliun dengan suku bunga rendah tiga persen.
Percepatan ini diwujudkan dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja sama (PKS) Pembiayaan antara Deputi Bidang Mikro selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan 42 Penyalur KUR, beserta PKS dengan dua penjamin KUR, di Jakarta, Rabu (28/4).
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, komitmen PKS ini menjadi angin segar bagi UMKM.
Terlebih di masa pandemi saat ini, omzet mayoritas UMKM tergerus sangat dalam.
"Selain memperbesar plafon hingga target menjadi Rp. 253 triliun, subsidi bunga KUR juga diperpanjang sampai Desember 2021. Ini diharapkan betul-betul memperkuat pembiayaan ke sektor UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional," jelas Teten.Realisasi penyaluran KUR 2021 sampai 22 April 2021 sebesar Rp. 68,54 triliun kepada 1,83 juta debitur dengan rincian KUR Super Mikro sebesar Rp2,86 triliun kepada 327.017 debitur.
Adapun KUR Mikro sebesar Rp. 41,75 triliun kepada 1.388.174 debitur, KUR Kecil sebesar Rp. 23,92 triliun kepada 123.782 debitur, dan KUR TKI sebesar Rp12 miliar kepada 844 debitur. Sedangkan Subsidi bunga KUR yang telah dianggarkan sebesar Rp. 14,84 triliun dan Subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP) sebesar Rp. 0,16 triliun.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga telah mengusulkan tambahan anggaran Subsidi Bunga KUR kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan total sebesar Rp. 12,41 triliun. Dengan rincian, Subsidi Bunga KUR Reguler sebesar Rp. 7,60 triliun dan Subsidi Bunga KUR pada masa pandemi Covid-19 sebesar Rp. 4,18 triliun.
Sedangkan Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Eddy Satriya mengatakan, program KUR ini dapat menggairahkan pelaku usaha yang terdampak Covid-19.
"Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, progam KUR diharapkan dapat mendukung peningkatan porsi kredit UMKM menjadi 30 persen," katanya.
Penulis: Syam
Editor: M. Lutfi

Post a Comment
Tuliskan komentar anda dengan bahasa yang santun, sopan dan bijak