Ads here

GP Ansor Kota Pontianak Meminta Aparat Kepolisian Tangkap Joseph Paul Zhang Penistaan Agama

Foto Dokumentasi saat sambutan pada acara Pelatikan GP Ansor Kota Pontianak Maret 2021


Pontianak, Ansor Pontianak – Ketua PC GP Ansor Kota Pontianak, Bukhori M, meminta aparat kepolisian untuk segera melakukan penangkapan terhadap dugaan Penistaan Agama yang dilakukan oleh Joseph Paul zhang melalui media sosial. Paul Zhang mengaku Nabi ke-26 saat melakukan zoom meeting terkait ‘Puasa Lalim Islam’.

Menurutnya, tindakan Penistaan agama tidaklah dibenarkan atas alasan apapun. Oleh karenanya, sudah menjadi tugas aparat untuk melakukan tindakan tegas pada setiap bentuk penistaan agama, siapa pun itu pelakunya.

“Saya mendorong dan meminta aparat untuk menindak setiap pelaku ujaran atau perbuatan yang mengarah pada penistaan agama. Tidak hanya terkait kasus Jozeph Paul Zhang dan Desak Made Darmawati, tapi siapa pun pelakunya,” ujar Bukhori.


Selain itu, Bukhori juga mengatakan setiap umat beragama memang harus meyakini kebenaran keyakinan agamanya. Namun, hal itu tidak boleh diikuti dengan sikap merendahkan atau menyalah-nyalahkan ajaran atau keyakinan agama lainnya.

"Mari kita kedepankan toleransi dan yakini kebenaran agama masing-masing dengan tetap menghormati, dan menghargai sesama saudara anak bangsa yang berbeda keyakinan,” jelas dia.

Selain itu Bukhori juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan mengedepankan kebersamaan, serta toleransi di tengah upaya berbagai pihak mengadu dan memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebagaimana kita ketahui, Jozeph Paul Zhang diduga melakukan penistaan agama karena mengaku nabi ke-26 saat menggelar zoom meeting berdiskusi dengan rekannya terkait ‘Puasa Lalim Islam’, dan diunggah ke akun Youtube Joseph Paul Zhang pada Kamis, 15 April 2021.

Sedangkan teman-teman Paul Zhang hanya tertawa dan tidak mau ikutan karena takut dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama. Namun, Paul Zhang mengaku sudah buat sayembara menantang siapa saja yang berani melaporkannya ke polisi akan diberi hadiah berupa uang.

Jozeph Paul Zhang mengatakan dari dulu kalau bulan puasa itu adalah bulan yang paling tidak nyaman, apalagi kalau sudah dekat-dekat dengan Lebaran Hari Raya Idul Fitri. “Dum dum breng, sarimin pergi ke pasar. Itu udah paling mengerikan, horor banget,” kata Paul Zhang dikutip dari Youtube pada Minggu, 18 April 2021.

“Yang bisa laporin gue ke polisi penistaan agama, nih gue nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah. Kalau anda bisa bikin laporan polisinya atas penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta, maksimum 5 laporan. Supaya jangan bilang gue ngibul jadi Rp 5 juta. Kemarin kan 3, sekarang gw kasih 5 nih di wilayah Polres yang berbeda. Gua kasih 1 laporan Rp 1 juta, 5 laporan Rp 5 juta,” jelas dia.

Pewarta : M. Lutfi
 

Komentar Anda

Tuliskan komentar anda dengan bahasa yang santun, sopan dan bijak

Previous Post Next Post